Postingan

halo...apa kabar?

sudah terlalu lama tersesat,  tanpa tahu arah tujuan tapi bukankah hidup memang belum memiliki tujuan yang pasti? perlahan-lahan kita menjejak, mencoba mencari jalan yang sepatutnya halo... apa kabar? maafkan aku yang telah terlalu lama menelantarkan, maafkan aku yang telah melupakan kehadiranmu walaupun dirimu masih tersemat dalam profil instagramku tiba-tiba hari ini, entah mengapa, aku ingin menengokmu sambil berpikir, bisakah aku melanjutkan keberadaanmu? delapan tahun bukanlah waktu yang singkat banyak cerita, suka dan duka, melanda kehidupan sederhanaku status baru datang silih berganti kepadaku pertemuan, perpisahan, kecewa, berbagai emosi hadir dalam diriku kali ini kutermenung akankah kulanjutkan keberadaanmu? halo... apa kabar?

a getaway to Belitong Island

Gambar
setumpuk pekerjaan sederet tugas penat akan semua itu kami lari dan kabur menuju salah satu surga Indonesia perjalanan singkat  pelarian dari rutinitas aku ingin menceritakan perjalananku dengan teman-temanku bukan sekali ini aku dan teman-teman kuliahku (arsitektur UI angkatan 2005) melakukan perjalanan untuk berlibur...melepas penat dari segala hal dari pekerjaan hingga permasalahan ini perjalanan kami yang ke-3, walaupun terkadang dengan personil yang berbeda-beda di lain post mungkin aku akan me refresh kembali perjalanan kami yang dulu alkisah, semenjak lulus perjalan pertama kali kami adalah ke jogja, lalu ke tidung setelah setahun tidak ada perjalanan rame-rame lagi kami mulai resah (ciyeee) iseng lah kami berkumpul...pilihannya untuk liburan waktu itu adalah belitong atau lombok setelah perdebatan dan jalan berliku maka kami pun memutuskan untuk ke belitong kami ikut trip (SMAR Trip) untuk mempermudah perjalanan kami setelah kesibukan masing-masing.. tibalah h

Cemburu itu Wajarkah?....(part 1).....

sudah lama rasanya tidak menulis tidak mengeluarkan uneg-uneg ganjalan-ganjalan dalam hati kali ini aku ingin berbicara berbicara mengenai cemburu "cemburu tanda sayang" banyak yang mengatakan hal itu tapi adakah batasan cemburu? adakah batas wajar dalam cemburu? kepada siapakah kita boleh cemburu? pada siapa kita tak boleh? aku sampai pada titik dimana aku mempertanyakan kewajaranku apakah cemburu ini masih wajar? ataukah cemburu ini adalah suatu keanehan? terlalu berlebihankah rasa ini? tak suka diriku pada kondisi ketika ia membonceng perempuan lain di motornya membayangkannya saja membuatku kesal tapi... apakah kesalku ini wajar? pertama kejadian ini terjadi di awal masa pacaran sejujurnya saat itu aku terbilang masih cuek *wajarlah...karena ia menembakku tiba-tiba* dan sejujurnya... saat itu... aku menerimanya karena kenyamanan aku nyaman bersamanya dan takut kehilangan hal itu saat itu, dia masih menjadi pegawai outsourcing di salah satu

hubungan (part 2)

setelah sekian lama aku akan lanjutkan pemikiran ini jika sebelumnya aku telah mengutarakan mengenai pikiranku tentang batasan dan hubungan antara saudara dan keluarga kini aku akan lanjutkan... antara teman dan kekasih dia seorang anak lelaki, sebutlah ' boy ' seorang lulusan sarjana baru, sedang merintis karir secara perlahan-lahan namun, ia sudah memiliki seorang kekasih, sebut saja ' girl ' walau jalinan kasih mereka pun masih terhitung baru boy dapat dikatakan sebagai orang yang cuek tapi ia bisa jadi terlalu baik sementara girl orang yang melankolis menuntut perhatian di suatu ketika, boy pulang malam dari kantornya mereka yang biasa pulang bersama pun akhirnya berpisah kebetulan, salah satu teman kantor boy pun melembur kita sebut saja dia 'gadis' rumah gadis masih berada di satu kota yang sama dengan boy hanya berbeda arah, rumah gadis lebih dekat dengan rumah girl karena merasa dekat, akhirnya boy mengantar gadis pulang hingga depa

hubungan (part 1)

dalam perjalanan sebuah kehidupan pasti selalu tercipta hubungan antar manusia entah hanya sekedar perkenalan, mungkin pertemanan, atau percintaan hingga persaudaraan dan kekeluargaan akhir-akhir ini, atau mungkin sebenarnya sejak lama ada, aku berpikir dan bertanya dalam hati sejauh mana batasan akan hubungan-hubungan tersebut yang masih dapat dianggap normal dan wajar? mana yang lebih penting? mana yang lebih berharga? mana yang seharusnya didahulukan? menolong teman tetapi menyakiti kekasih? membantu saudara tapi menyengsarakan keluarga? saat dihadapkan pada sebuah pilihan, haruskan logika atau perasaan yang didengarkan? ada beberapa kejadian dan cerita disekitarku yang membuatku berpikir seperti ini   antara saudara dan keluarga dia, kita sebut "Mr", seorang ayah, memiliki istri dan anak, bekerja keras mencari nafkah ia memiliki saudara, banyak saudara dengan keluarga masing-masing secara ekonomi, Mr memang lebih beruntung dibanding saudaranya,

12 Karya 12 Jam

Gambar
di tanggal 12 Desember 2012 sebuah angka unik bagi kebanyakan 12.12.12 triple twelve statusku di facebook pagi itu " kata siapa hari ini 12.12.12 kan 12.12.2012 tuuuuh g jadi triple 12 kaaan?! :p" lebih karena iseng, soalnya semua orang ramai sekali  berlanjut ke twitter salah satu akun, milik Depok Photography menulis " @dephot_ : Selamat pagi penikmat fotografi, angka 12 identik hari ini. Bikin 12 karya yuk :D" dan terbersitlah ide "12 karya 12 jam" saat itu sudah hampir tengah hari   maka dimulailah perburuanku   1. Judul: the bottles Date: 12-12-2012 11.08 AM Lokasi: belakang jok supir kopaja 19 jurusan Ragunan-Tanah Abang 2. Judul: mosquetrees Date: 12-12-2012 11.36 AM Lokasi: Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru     3. Judul: garden corner Date: 12-12-2012 11.38 AM Lokasi: taman selatan Masjid Al-Azhar   4. Judul: after the party Date: 12-12-2012 11.38 AM Lo

balas berbalas

balas berbalas antara aku dan dia... "kenapa hidup itu kompleks? kenapa hidup itu terikat? ingin aku melarikan diri mungkin sejenak atau selamanya... apakah yang sama?  tak mungkin sama dua jalan yang berbeda tak mungkin bersua" "manusia diciptakan berbeda, bisa untuk berargumen tentang perbedaannya masing-masing... tapi alangkah indahnya jika perbedaan dijadikan alasan untuk berdampingan dan saling mengisi satu dengan yang lain untuk menutupi kekurangan masing-masing karena tiada manusia yang sempurna..." "mungkin tak terasa bagimu... tapi hidup berdampingan, bahkan terhadap orang yang paling dekat pun, dapat terasa begitu menyiksa... aku selalu percaya,  bahwa dalam hidupnya, manusia selalu mengenakan topeng...  terasa menakutkan saat berhadapan dengan manusia lain..." "mengapa hidup selalu ditutupi dengan kebohongan yang dbuat sendiri, bertindak seolah semua baik tapi itu bukanlah penyelesaian dari masalah yang dihadapi... aku